Ekonofisika yang Mengejutkan
Random walk, proses-proses stochastic Levy dan teori-teori limit, stationary dan korelasi waktu, scaling dan breakdown, proses ARCH dan proses GARCH, model-model stochastic dinamika harga. Membenamkan pikiran ke dalam Introduction to Econophysics: Correlation and Complexity in Finance-nya Mantegna dan Stanley. Mencoba mencerna, mencermati dengan hati-hati per unit psikologis. Adakah yang menarik dari istilah-istilah itu ? Semua, tidak salah lagi. Upaya yang kesekian kali dari para ilmuwan dan pemikir dunia untuk mengawinkan ilmu alam dan ilmu sosial. Ekonofisika, Ekonomi dan Fisika. Studi tentang Ekonomi yang diperkaya. Begitulah kira-kira yang dikatakan oleh Om Yohanes Surya.
Rumit ? Pasti. Bahkan terbilang jauh lebih rumit dari belajar ilmu Fisika itu sendiri. Mengutip Nobelis Fisika Murray Gellman dalam bukunya The Quark and The Jaguar,” Fisika yang berbicara tentang partikel mati (tak memiliki kehendak) saja sudah sulit, maka dapat dibayangkan kerumitan yang terkandung dalam ekonomi tatkala harus berbicara soal manusia dan agen-agen ekonomi yang memiliki kehendak, harapan, dan sistem kognitif.”
Bahasan tentang pemanfaatan statistik secara menyeluruh pada proses stochastic perubahan-perubahan harga suatu aset finansial mengusik rasa penasaranku. Pikiranku bekerja menggedor pintu gudang memori. Pemanfaatan statistik secara menyeluruh ? Bukankah hal ini berarti meniadakan peran pengambil keputusan berinvestasi. Yup ! Dengan kata lain merasionalkan fluktuasi harga aset finansial dengan cara memisahkannya dari faktor utama penentu pergerakan harga itu sendiri. Siapa dia ? Tentu, tidak lain dan tidak bukan adalah partisipan pasar itu sendiri. Tidak ada Refleksivitas dalam Ekonofisika. Begitulah !
Analisa terhadap beberapa aspek yang berbeda dari proses-proses stochastic-pun diperkenalkan. Bentuk distribusi dari perubahan-perubahan harga, memori temporal, serta properti-properti statistik higher-order. Dan salah satu analisa terpenting menurut mereka dalam area ini adalah satu kesepakatan yang mereka anggap hampir sempurna mengenai ‘the finiteness of the second moment’ dari perubahan-perubahan harga.
Menurut sejumlah fisikawan (pakar di bidang fisika), karakterisasi penuh suatu proses stochastic memerlukan pengetahuan akan densitas-densitas probabilitas kondisional seluruh order. Pendekatan empirik biasa yang digunakan oleh mereka dilakukan dalam 2 (dua) langkah. Pertama, berkaitan dengan pengamatan korelasi waktu dan power spectrum, sementara yang kedua berkaitan dengan studi pdf asymptotic.
Model stochastic yang paling umum dari dinamika harga mengasumsikan bahwa In Y(t) merupakan suatu proses diffusif, dan perubahan In Y(t) diasumsikan terdistribusi secara Gaussian. Model ini, dikenal sebagai geometric Brownian motion, yang menampilkan pendekatan pertama perilaku data-data empirik. Tetapi, pengamatan menunjukan adanya deviasi-deviasi penyimpangan, distribusi-distribusi empirik lebih leptokurtic dibanding distribusi-distribusi Gaussian. Distribusi leptokurtic yang tinggi ditandai dengan maksimum yang lebih tinggi dan lebih sempit, serta ekor yang lebih tebal dibandingkan dengan kasus Gaussian. Derajat leptokurtosis jauh lebih besar untuk data-data berfrekuensi tinggi.
Berdasarkan atas asumsi-asumsi teoritis dan analisa-analisa empirik, beberapa model geometric Brownian motion telah diajukan. Model-model alternatif tersebut berbeda satu sama lain tidak hanya dalam bentuk dan leptokursis pdf, namun juga dalam sifat-sifat utama mereka seperti keterhinggaan atau ketidakhinggaan momen kedua dan momen-momen yang lebih tinggi dari distribusi, panjang atau pendeknya skala waktu pemunculan sifat stationarity, kontinu atau tidak kontinunya karakter Y(t) – atau In Y(t), dan perilaku penskalaan (scaling) proses stochastic.
Sampai di sini, Ekonofisika sepertinya menawarkan pandangan-pandangan baru dalam melakukan penilaian terhadap sejumlah peristiwa ekonomi dan keuangan. Ekonofisika bagaimanapun memang menuntut adanya perubahan diskursus ekonomi, baik epistemologis maupun metodologis.
Namun, berat rasanya untuk menerima kesimpulan-kesimpulan analitisnya. Bagiku, ekonomi tetap merupakan ilmu yang tidak bersandar pada sistem yang linier. Lebih daripada itu, ekonomi merupakan sistem yang dinamis, kompleks, dan evolutif. Dan konsekuensinya aspek psikologis para partisipan pasar (pelaku ekonomi di pasar) tak dapat dipisahkan dari kajian-kajian ekonomi. Karena ia menjadi bagian integral dari sistem, menjauhkannya sama dengan halnya dengan menghilangkan fondasi bangunan ilmu ekonomi itu sendiri. Dan kita sadari bersama, tanpa fondasi, tak ada bangunan yang dapat tegak berdiri dengan kokoh di atasnya.
(khalid.frederick@gmail.com)
March 22, 2009 at 4:34 pm
apa tulisan saya di atas agak sedikit keliru ya…
Prof. Paul Ormerod bilang kalo ekonofisika justru memperbaiki kelemahan2 pada ekonomi klasik. Beliau berargumen ,” ilmu ekonomi yang masih dipakai sampai sekarang mesti diperbaiki dengan paradigma baru: pendekatan non-linear dalam kompleksitas dengan mengadopsi teori chaos dan fractal. Inilah Ekonofisika.
Mengapa? Teori ekonomi sekarang, menurut mereka, terlalu disederhanakan (oversimplified) sehingga mengabaikan variabel-variabel kecil (tidak dominan pada saat tertentu) tetapi pada jangka waktu tertentu menghasilkan gejolak yang besar.”
Gmana nich ? ada yg mau berbagi informasi ?
March 22, 2009 at 7:18 pm
bored banget bacanya
March 22, 2009 at 10:18 pm
Ekonofisika = Penjajahn Fisika atas Ilmu Ekonomi. DAME PHYSICS !
April 15, 2009 at 2:50 pm
Nice , pendekatan fisika terhadap kemungkinan variabel yang disederhanakan membuka peluang lebih thd lahirnya analisa kemungkinn kebijakan yang diambil partisipan pasar, tanpa berkehendak meminggirkan aspek psikologis pelaku tersebut
April 15, 2009 at 11:39 pm
persamaan fisika dalam ekonofisika lebih banyak digunakan dalam bahasan capital market. tentu saja hasil analisanya kurang akurat karena melibatkan makhluk yang sangat dinamis. saya tertarik sekaligus benci terhadap cabang ilmu ini. mungkin karena saya hanya tau sedikit saja kulitnya.
May 5, 2009 at 4:21 pm
Kebetulan sekali ekonomi n fisika bukan subjek yg mnarik buat saya,,,akibatny sy jd gk trllu paham apa yg sbenarnya diomongin tulisan ini.
tp salut mencermati pemikiran ***f ******i yang sudah ‘melompat’ seperti skrng ini.
Klo dibandingin ma tulisanku,,uhh lebih canggih n kerenan tulisan ini…bedanya kyk bumi dgn langit.
September 29, 2009 at 6:38 pm
Kebetulan juga semua subjek yang ada bukan keahlianku jadinya bingung terus……………..