DIMENSI EMPAT

“Apa kau percaya Tuhan ?”

“Saya percaya ada ‘sesuatu’ yang benar-benar berada di luar dimensi ruang dan waktu.”

“Bagaimana kau bisa yakin ?”

“Bukankah besaran fisis di dalam alam tempat kita berada sekarang tak ada yang mencapai infinite ? Semua besaran fisis dalam alam ini tak pernah, tak sedang, dan tak akan mencapai ukuran infinite. Tak pernah dan tak akan pernah ada tali yang panjangnya ∞ meter, bukan ?”

“Mengutip ucapan Einstein,”Universe is finite but unbounded.”

“Yup, seringkali orang merasa bahwa ukuran alam ini tak berhingga. Sebab, mereka tak dapat membayangkan apa yang ada di luar ruang dari alam ini, atau tak dapat mengkhayalkan sesuatu yang bukan ruang. Padahal, ukuran ruang alam ini tak mungkin mencapai infinite. Kita, manusia, sama sekali tak dapat membayangkan dimensi yang lebih tinggi dari dimensi kita. Kita hanya dapat mengetahui dimensi kita sendiri, dan dimensi-dimensi di bawahnya. Kita berpikir, manakah gerangan batas dari ruang tempat kita bergerak ini ? Karena kita bukan makhluk berdimensi ‘plus’, tentu saja kita tak mungkin dapat mengetahui batas tersebut. Namun, kita mengatakan bahwa ruang ini tidak infinite. Bila diandaikan ruang alam ini bundar bentuknya seperti bola sempurna, maka kalau kita mampu untuk terus bergerak ke angkasa, lintasan yang kita tempuh akhirnya, tanpa kita sadari, akan sampai pada posisi titik asal kita berangkat. Ruang alam raya ini tidak mungkin infinite. Mungkin saja ukurannya mengalami perubahan, tetapi selamanya harus finite.”

“Kau tidak bermaksud mengatakan bahwa eksistensi alam terjadi dalam selang waktu yang juga finite, bukan ?”

“Tepat. Di luar selang itu, segala komponen alam tidak ada, baik itu ruang, waktu, gerak, maupun materi/energi. Berangkat dari kebenaran ini kemudian dibuktikan bahwa Pencipta alam benar-benar eksklusif dari alam dan seluruh unsur yang ada di dalamnya.”

“Dalam bahasa seorang saintis, penyebab alam semesta adalah suatu ‘Being’ yang sepenuhnya terpisah dari alam.”

“Yah, mereka pikir begitu. Bagaimanapun, mengenal Pencipta adalah pijakan yang kita perlukan untuk menemukan segala pengetahuan yang benar. Mengenal-Nya berarti meyakini eksklusivitas dan sifat-sifat-Nya. Keyakinan itu harus berdiri tegak di atas kepastian. Keyakinan itu tak boleh mengandung sedikitpun celah keraguan dan kebimbangan. Keyakinan itu harus seteguh batu karang yang tak bergeming oleh pukulan ombak, sekeras apapun dan dari arah manapun.”

(khalid.frederick@gmail.com)

2 Responses to “DIMENSI EMPAT”

  1. Bingung Rif!

  2. Setuju.
    Alam ini kan bergerak mengembang (teori big bang). Berarti ada materi paling luar dari alam ini yang jadi batas ukuran semesta yang kita nggak tahu dimana.
    Hm, jadi terpikir gimana jadinya jika pada satu titik energi yang melontarkan materi-materi ini habis. Apa materi-materinya diam so ukuran semesta jadi konstan? Atau ada titik yang punya gravitasi begitu besar di alam ini, misalnya di titik awal big bang, sehingga terjadi pergerakan terbalik alias penyusutan alam semesta?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.