JALAN KEMBALI

Sobat, kau harus mempertimbangkan masalah ini secara matang. Tidak boleh gegabah, gunakan pikiran yang jernih dan hati yang bersih. Pikirkan baik-baik alasan di balik keputusan yang akan kau ambil. Keputusan ini akan berdampak luas pada visi dan jalan hidup yang tengah engkau jalani. Dan perlu kau camkan baik-baik, keputusan ini tidak hanya akan berdampak pada kehidupanmu di dunia, tetapi akan sangat menentukan bagaimana jadinya engkau kelak di akhirat.

Aku bisa memahami kegalauan hatimu. Bagaimana akal dan pikiranmu terguncang oleh sebab-sebab yang kau sendiri tak pernah memperkirakannya. Simpul-simpul yang terpilin eran mengikat benakmu bertahun-tahun seakan kendur. Perasaanmu gundah diterjang hujan batu yang tepat mengenai ulu hatimu.

Sekali lagi, aku ingin kau mempertimbangkan semuanya matang-matang. Konsekuensi selalu menyertai pilihan yang kau buat. Ketika engkau mengangkat satu ujung tongkat, engkau mengangkat ujung lainnya. Jangan biarkan kekecewaan yang bersifat personal merusak hubungan yang telah kau bangun selama bertahun-tahun.

Aku tahu kau berbeda. Kau begitu tertutup. Kau tak pernah dan tak mau membagi masalah bahkan kepada orang yang sangat dekat dalam hidupmu. Aku tak mampu menilai, apakah ini kekuatan atau kelemahan. Kau sangat selektif memilih orang yang berhak menjadi pendengar setiamu, itupun aku yakin tak semua hal kau bagi kepadanya. Dan untuk ini, aku merasa terhormat menjadi tempat sandaranmu, meski tak senyaman ketika engkau merebahkan diri di atas kasur berlapis sutra. Aku mencoba untuk mengerti, meletakkan pikiranmu di dalam pikiranku. Segalanya sudah coba aku formulasikan. Dan inilah nasehatku, jangan gegabah, jangan terburu-buru. Perkara ini merupakan perkara yang teramat besar diputuskan malam ini. Ambillah air wudhu, sholat. Keluhkan pada-Nya apa yang ingin kau keluhkan. Konsultasikan pada-Nya apa yang ingin kau konsultasikan. Mohon petunjuk-Nya. Biarkan pipimu basah oleh air mata agar Dia tahu engkau tulus. Sampaikan keinginan dan harapanmu kepada-Nya. Mudah-mudahan Dia mendengarkan dan mengabulkan.

Tetap tegar, sobat. Hidup memang tak mudah untuk dijalani. Ia bukan makanan yang tersaji instant di hadapan. Ada ikhtiar dan proses pencapaian tak kenal henti. Jangan lemah oleh tembok setinggi tebing apalagi hanya oleh batu sebesar kerikil. Bertahanlah agar semua menyaksikan bahwa engkau tak percuma lahir ke dunia. Engkaulah kesatria yang diharapkan ada sebagai cahaya penebar benih kebahagiaan di setiap masa.

Jakarta, 13 Desember 2009, pukul 21.30 WIB

2 Responses to “JALAN KEMBALI”

  1. it’s definitely touching me…

  2. setiap pilihan ada konsekuensinya,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.