MENCARI ESENSI

Stagnasi yang panjang, jika tidak mau dianggap parah. Aku merasa batinku kosong. Banyak hal yang hilang dari hidupku. Sempat terpikir untuk pulang, kembali ke masa silam. Ke masa di mana semangat dan harapan memenuhi jiwa dan pikiranku. Tapi, tidak. Aku adalah aku yang sekarang. Aku tak boleh kalah, menggelindingkan diri ke lembah sementara yang lain mendaki bukit. Aku tak boleh dilemahkan oleh longsoran tantangan yang menggunung. Aku punya harapan dan cita-citaku sendiri. Meski memang, aku seringkali mengambil jeda untuk berhenti, sekedar berpikir, apa bukit yang aku daki adalah bukit yang benar, apa mungkin bagiku mengejar waktu untuk turun dan berusaha mencari bukit yang lain.

Hidup terasa sempit bagiku tatkala dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan seperti itu. Aku lelah dengan semua ini. Tapi aku tak mungkin berhenti. Aku harus berlari dan terus berlari – sesekali beristirahat – mengejar arti makna kehidupan. Nuraniku selalu gelisah jika melihat sosok di mana dia menautkan jangkarnya, menghabiskan sisa-sisa masa hidupnya tanpa mengerti secara mendalam arti tiap usaha yang dilakoninya.

Kehidupan yang kosong tanpa esensi. Rasanya aku ingin mengucapkan selamat tinggal pada semua orang. Pergi mengasingkan diri ke tempat tak terjamah. Berkholwat dengan Yang Maha Pemberi Ketenangan. Aku ingin mengeluhkan semuanya hanya kepada-Nya. Meminta petunjuk-Nya. Memohon ampunan-Nya. Semua yang ingin aku bagi bersama-Nya.

Sementara aku melepas beban di pundakku, aku ingin melukis mimpi yang memberi ketenteraman dalam hidupku. Ilusi yang mendamaikan jiwaku. Aku tak terlalu berharap ia nyata dalam kehidupanku. Tapi aku akan membuatnya seolah-olah nyata dalam pikiranku. Tak lain, semuanya adalah demi ketenangan dan ketenteraman jiwa. Sesekali, aku amat membutuhkannya.

Tak lebih dari ini yang ingin aku bagi saat ini. Kegalauan hati kuharap tak lagi mendominasi. Aku mengerti, ada saatnya bagi setiap orang merasakan hal serupa. Hanya cara mengatasinya masing-masing orang kurasa agak berbeda. Itulah warna-warni kehidupan manusia. Tiap bentuk memiliki rasa dan aroma yang unik dan spesifik. Cara berbeda untuk menggali makna, memupuk semangat, dan membawanya serta ke dalam setiap bagian panjang episode perjalanan hidupnya.

Jakarta, 13 Desember, pukul 04.45 WIB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.