NALAR EMOSI

Dunia yang penuh dengan emosi berbalut rasionalitas, atau malah sebaliknya. Beragam sudut pandang memenuhi jiwa manusia, menjadikan mereka gamang dalam membuat bahkan hanya satu keputusan.

Bukankah itu bukti kedewasaan ? Telah dianggap matang dalam memegang kendali atas pilihan-pilihan pribadi. Mereka yang mampu membuat penilaian rasional atas beragam peristiwa.

Aku kira tidak selalu begitu. Kenapa kita tidak membalikkan tubuh kita dan berteriak dengan lantang, ”Spontanitas! Fleksibilitas!” Tangan kananku untuk Spontanitas, tangan kiriku untuk Fleksibilitas. Aku muak dengan bahasa angka. Muak dengan cara-cara mereka yang kaku.

Aku . . . aku hanya perlu mendesakkan pola-pola hasil bentukan rasio ke dalam sambungan-sambungan intuisi yang akan mengajarkan kepadaku apa arti “sebuah hubungan yang istimewa”.

Jakarta, 26 Desember 2009, pukul 18.00 WIB

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.