<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Frederick's Notes</title>
	<atom:link href="http://khalidfrederick.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://khalidfrederick.wordpress.com</link>
	<description>Rendezvous With Destiny</description>
	<lastBuildDate>Wed, 06 Jan 2010 04:55:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='khalidfrederick.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Frederick's Notes</title>
		<link>http://khalidfrederick.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://khalidfrederick.wordpress.com/osd.xml" title="Frederick&#039;s Notes" />
	<atom:link rel='hub' href='http://khalidfrederick.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>JEMBATAN PERSAHABATAN</title>
		<link>http://khalidfrederick.wordpress.com/2010/01/05/jembatan-persahabatan/</link>
		<comments>http://khalidfrederick.wordpress.com/2010/01/05/jembatan-persahabatan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 02:53:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khalidfrederick</dc:creator>
				<category><![CDATA[psycoretoric]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khalidfrederick.wordpress.com/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[Kembali merasakan betapa nikmat menyerap pengalaman orang lain, menghimpun tiap sisi yang menurut kita menarik ke dalam bilik-bilik yang kita ciptakan sendiri di dalam kepala kita. Ketika kita menemukan ruang untuk membagi apa-apa yang selama ini kita kubur dalam-dalam, seirama dengan lagu-lagu yang dimuntahkan dengan baik dan bijak oleh jalinan memori orang-orang yang hidup dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khalidfrederick.wordpress.com&amp;blog=4343855&amp;post=107&amp;subd=khalidfrederick&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://khalidfrederick.files.wordpress.com/2010/01/pravs-j-hold-on-to-friendship2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-108" title="pravs-j-hold-on-to-friendship2" src="http://khalidfrederick.files.wordpress.com/2010/01/pravs-j-hold-on-to-friendship2.jpg?w=300&#038;h=171" alt="" width="300" height="171" /></a></p>
<p><a href="http://khalidfrederick.files.wordpress.com/2010/01/pravs-j-hold-on-to-friendship2.jpg"></a>Kembali merasakan betapa nikmat menyerap pengalaman orang lain, menghimpun tiap sisi yang menurut kita menarik ke dalam bilik-bilik yang kita ciptakan sendiri di dalam kepala kita. Ketika kita menemukan ruang untuk membagi apa-apa yang selama ini kita kubur dalam-dalam, seirama dengan lagu-lagu yang dimuntahkan dengan baik dan bijak oleh jalinan memori orang-orang yang hidup dengan banyak kejadian.</p>
<p>Aku menangkap banyak pelajaran dari orang-orang yang baru kukenal. Meraba sudut pandang mereka terhadap banyak peristiwa yang menghampiri hidup mereka, sambil menyandingkannya dengan sudut pandang pribadiku sendiri, tanpa ada maksud sedikitpun untuk menghakimi. Pengalaman hidup masing-masing di antara mereka adalah jalinan lembut rantai kehidupan yang bermuara pada harmoni keindahan.</p>
<p>“Bahkan di saat-saat yang paling sulit, sungguh tiap fase kehidupan itu indah.”</p>
<p>Aku merasa bahagia ketika hatiku bertaut seirama dengan orang-orang yang menuliskan catatan hidup mereka dengan pola serupa dengan yang aku miliki. Ada banyak di antara orang-orang yang dengannya kita merasa terkoneksi. Sinkronitas yang mengungkung kita dalam perasaan damai, ringan, dan bahagia.</p>
<p>***</p>
<p>Kita mesti meluaskan cara pandang kita terhadap orang-orang yang hadir di sekeliling kejadian yang melingkari kehidupan kita. Peka dan mengerti kondisi masing-masing di antara mereka. Ketika mereka mengarungi hidup di dimensi berbeda, hal pertama yang sepantasnya kita lakukan adalah berempati, berusaha untuk mengerti, dan tidak memenuhi persfektif kita dengan pandangan menghakimi. Biarkan mereka merasa lega dengan cara pengungkapan mereka sendiri. Biarkan mereka memindai hingga titik jenuh di mana mereka merasa telah siap untuk dijemput masuk ke dalam dimensi kita.</p>
<p>Rantai koneksi yang terbentang kuat antar jiwa manusia dibangun dan dipilin erat oleh rasa saling pengertian, oleh rasio yang mampu membingkai persfektif lawan dalam bingkai kerendahhatian, dan oleh kesediaan untuk mengubur emosi diri di bawah kebeningan hati.</p>
<p>Bogor, 29 Desember 2009</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khalidfrederick.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khalidfrederick.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khalidfrederick.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khalidfrederick.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khalidfrederick.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khalidfrederick.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khalidfrederick.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khalidfrederick.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khalidfrederick.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khalidfrederick.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khalidfrederick.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khalidfrederick.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khalidfrederick.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khalidfrederick.wordpress.com/107/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khalidfrederick.wordpress.com&amp;blog=4343855&amp;post=107&amp;subd=khalidfrederick&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khalidfrederick.wordpress.com/2010/01/05/jembatan-persahabatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9de457aa9365f785ce02cfda9653779?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">khalidfrederick</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khalidfrederick.files.wordpress.com/2010/01/pravs-j-hold-on-to-friendship2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pravs-j-hold-on-to-friendship2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NALAR EMOSI</title>
		<link>http://khalidfrederick.wordpress.com/2010/01/05/nalar-emosi/</link>
		<comments>http://khalidfrederick.wordpress.com/2010/01/05/nalar-emosi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 02:50:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khalidfrederick</dc:creator>
				<category><![CDATA[psycoretoric]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khalidfrederick.wordpress.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[Dunia yang penuh dengan emosi berbalut rasionalitas, atau malah sebaliknya. Beragam sudut pandang memenuhi jiwa manusia, menjadikan mereka gamang dalam membuat bahkan hanya satu keputusan. Bukankah itu bukti kedewasaan ? Telah dianggap matang dalam memegang kendali atas pilihan-pilihan pribadi. Mereka yang mampu membuat penilaian rasional atas beragam peristiwa. Aku kira tidak selalu begitu. Kenapa kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khalidfrederick.wordpress.com&amp;blog=4343855&amp;post=104&amp;subd=khalidfrederick&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://khalidfrederick.files.wordpress.com/2010/01/gelas-air.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-105" title="gelas-air" src="http://khalidfrederick.files.wordpress.com/2010/01/gelas-air.jpg?w=114&#038;h=300" alt="" width="114" height="300" /></a>Dunia yang penuh dengan emosi berbalut rasionalitas, atau malah sebaliknya. Beragam sudut pandang memenuhi jiwa manusia, menjadikan mereka gamang dalam membuat bahkan hanya satu keputusan.</p>
<p>Bukankah itu bukti kedewasaan ? Telah dianggap matang dalam memegang kendali atas pilihan-pilihan pribadi. Mereka yang mampu membuat penilaian rasional atas beragam peristiwa.</p>
<p>Aku kira tidak selalu begitu. Kenapa kita tidak membalikkan tubuh kita dan berteriak dengan lantang, ”Spontanitas! Fleksibilitas!” Tangan kananku untuk Spontanitas, tangan kiriku untuk Fleksibilitas. Aku muak dengan bahasa angka. Muak dengan cara-cara mereka yang kaku.</p>
<p>Aku . . . aku hanya perlu mendesakkan pola-pola hasil bentukan rasio ke dalam sambungan-sambungan intuisi yang akan mengajarkan kepadaku apa arti “sebuah hubungan yang istimewa”.</p>
<p>Jakarta, 26 Desember 2009, pukul 18.00 WIB</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khalidfrederick.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khalidfrederick.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khalidfrederick.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khalidfrederick.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khalidfrederick.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khalidfrederick.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khalidfrederick.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khalidfrederick.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khalidfrederick.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khalidfrederick.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khalidfrederick.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khalidfrederick.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khalidfrederick.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khalidfrederick.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khalidfrederick.wordpress.com&amp;blog=4343855&amp;post=104&amp;subd=khalidfrederick&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khalidfrederick.wordpress.com/2010/01/05/nalar-emosi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9de457aa9365f785ce02cfda9653779?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">khalidfrederick</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khalidfrederick.files.wordpress.com/2010/01/gelas-air.jpg?w=114" medium="image">
			<media:title type="html">gelas-air</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pesan AVATAR Bagi Penduduk Bumi</title>
		<link>http://khalidfrederick.wordpress.com/2009/12/29/pesan-avatar-bagi-penduduk-bumi/</link>
		<comments>http://khalidfrederick.wordpress.com/2009/12/29/pesan-avatar-bagi-penduduk-bumi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 10:25:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khalidfrederick</dc:creator>
				<category><![CDATA[intermezzo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khalidfrederick.wordpress.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[Awalnya, sama sekali gak niat nonton. Misiku cuma satu, optimalkan idle cash on hand untuk mendapatkan buku-buku recommended dari diskon Gramedia Grand Indonesia. Entah setan mana yang menggodaku saat itu, yang nyatanya sudah melangkah keluar dari pusara elite tempat belanja kelas wahid, tiba-tiba kembali merelakan diri tercebur ke dalamnya. Batinku bergolak, bisikan ghoib “yah, sesekali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khalidfrederick.wordpress.com&amp;blog=4343855&amp;post=96&amp;subd=khalidfrederick&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://khalidfrederick.files.wordpress.com/2009/12/avatar-wallpaper.jpg"><img class="size-medium wp-image-101 alignleft" title="avatar-wallpaper" src="http://khalidfrederick.files.wordpress.com/2009/12/avatar-wallpaper.jpg?w=181&#038;h=108" alt="" width="181" height="108" /></a>Awalnya, sama sekali gak niat nonton. Misiku cuma satu, optimalkan idle cash on hand untuk mendapatkan buku-buku <em>recommended</em> dari diskon Gramedia Grand Indonesia. Entah setan mana yang menggodaku saat itu, yang nyatanya sudah melangkah keluar dari pusara <em>elite</em> tempat belanja kelas wahid, tiba-tiba kembali merelakan diri tercebur ke dalamnya. Batinku bergolak, bisikan <em>ghoib</em> “yah, sesekali tidak apa-apa” betul-betul sangat mengganggu. Tetapi, pada akhirnya duduk juga di sofa empuk baris ke-J nomor 12.</p>
<p>AVATAR, pilihan bijak untuk ditonton. Tentu, bijak bagi mereka yang mampu menemukan <em>hidden message</em> dari tujuan dibuatnya film tersebut. Di luar perkiraan memang, saat pertama melihat trailernya di TV. ”Ah, paling nich film nyuguhin tema-tema fantasi plus efek-efek spektakuler standar film ber-<em>genre</em> petualangan”, pikirku. Setelah menikmati bagian awal film, aku masih melihat film ini hanya sebagai film fantasi. Namun, setelah momennya berubah tepat ketika <em>scene</em> film memasuki tahap klimaks, aku mulai bisa menemukan pesan-pesan tersembunyi yang barangkali ingin disampaikan sang sutradara lewat pembuatan film ini.</p>
<p>Film AVATAR menceritakan tentang upaya manusia menjelajah luar angkasa untuk mencari planet yang diharapkan mampu menyediakan sumber energi baru bagi kehidupan manusia di bumi. Di film memang tidak diceritakan bagaimana kondisi planet bumi di abad itu, tetapi bisa diduga bahwa pada era itu planet bumi mengalami krisis energi yang parah dan solusi satu-satunya adalah mencari planet lain yang mampu memenuhi kebutuhan energi manusia di bumi. Pencarian yang dilakukan manusia sejauh berjuta-juta tahun cahaya akhirnya membuahkan hasil, mereka menemukan sebuah planet yang mirip sekali dengan planet bumi. Mereka menyebut planet itu planet Pandora. Planet Pandora merupakan planet hijau yang dihuni oleh bangsa mirip kera berekor yang dinamakan Na’vi. Bangsa Na’vi hidup dalam kelompok-kelompok yang masing-masing dipimpin oleh seorang kepala suku. Kebanyakan dari mereka tinggal di pohon-pohon yang berukuran sangat besar. Bila dibandingkan dengan kehidupan manusia, kehidupan mereka masih terkategori primitif. Untuk menjaga diri, mereka menggunakan panah beracun yang mampu menghentikan detak jantung manusia dalam waktu sepersekian detik. Mereka sangat dekat dengan alam tempat mereka hidup, ada semacam ikatan batin atau hubungan spiritual yang boleh dibilang unik. Mereka sangat berhati-hati dalam interaksi mereka dengan penghuni hutan, sekalipun dengan hewan-hewan buas. Mereka cenderung enggan membunuh kalau bukan dalam kondisi terpaksa, dan sangat protektif terhadap upaya-upaya orang luar (asing) melakukan pengrusakan terhadap kekayaan hutan yang mereka miliki.</p>
<p>Penggambaran hutan ajaib bangsa Na’vi plus sikap care mereka terhadapnya membuatku terpukau dan tersentuh. Secara amat halus, sang sutradara berhasil menyinggung sikap kebanyakan manusia modern yang eksploitatif terhadap kekayaan fisik terbesar mereka sendiri, hutan. Bahkan, kerakusan manusia melewati batas-batas atmosfer luar planet bumi. Tak cukup menjarah dan merusak planet bumi, manusia mencari dan bahkan berencana merampas secara paksa kekayaan planet lain. Meski diakui, penemuan planet semacam Pandora tak tebih dari khayalan sang sutradara, kita diajak untuk melakukan refleksi terhadap apa yang selama ini telah kita perbuat terhadap planet kita. Seperti diceritakan di film, ambisi rakus manusia untuk menggali lebih banyak “mineral” di planet Pandora membuat mereka tak segan-segan menyakiti hutan dan mengusir penduduk asli bangsa Na’vi dari tempat tinggal mereka. Menggunakan senjata berbahan bakar nuklir, mereka menggempur pepohonan yang menjadi kediaman bangsa Na’vi. Semua dilakukan demi satu tujuan, kandungan “mineral” sumber energi yang tertanam di bawah permukaan planet Pandora. Persis seperti apa yang telah dilakukan manusia atas bumi yang menjadi tempat berpijaknya.</p>
<p>Film ini sedikit banyak mengingatkanku pada apa yang pernah diungkapkan seorang mantan Bandit Ekonomi, John Perkins dalam bukunya yang cukup fenomenal, <em>Confession of an Economic Hitman</em>. John Perkins dengan gamblang mengungkapkan bagaimana para kapitalis dunia menggunakan para ekonom (profesional ahli dalam bidang ekonomi) untuk melobi dan meyakinkan para penguasa di negeri-negeri timur untuk membuka lahannya bagi investasi negara-negara kapitalis besar. Pertama, para bandit ekonomi menggunakan senjata berupa prediksi-prediksi pertumbuhan ekonomi sebagai pintu masuk. Ketika tahap pertama terpenuhi, mereka masuk ke tahap negosiasi  di mana mereka menawarkan kepada penguasa negeri timur untuk menjalin kerjasama investasi dengan perusahaan-perusahaan di negara mereka. Upaya negosiasi ini menjadi tahap paling krusial, karena pada tahap inilah kesempatan untuk mendapatkan konsesi bagi eksploitasi kekayaan alam di kawasan-kawasan strategis dapat diperoleh perusahaan-perusahaan asing. Tidak jarang, hambatan justru datang dari para penguasa yang tidak loyal pada keinginan negara-negara kapitalis besar. Jika terjadi hal demikian di mana proses negosiasi mengalami kebuntuan, militer menjadi jalan terakhir. Penguasa yang tidak loyal akan digulingkan secara militer. Beragam cara akan dilakukan untuk menggulingkan penguasa, entah itu bantuan persenjataan bagi militer lokal yang bersikap oposisi terhadap penguasa maupun militer yang langsung diterjunkan oleh negara-negara besar. Cara-cara kotor semacam itu telah menjadi kebiasaan umum negara-negara kapitalis raksasa demi memuaskan ambisi mereka menguasai sumber-sumber kekayaan alam dunia. Indonesia sendiri adalah contoh nyata praktik mereka. Konon, jatuhnya Soekarno tidak lepas dari upaya Amerika melalui CIA yang memberikan dukungan baik secara fisik dan nonfisik terhadap Soeharto dalam proses penggulingan kekuasaan Orde Lama. Setelah Orde Lama jatuh, terbentuknya Orde Baru menjadi pintu gerbang masuknya perusahaan-perusahaan asing ke Indonesia. Usaha-usaha pertambangan yang syarat perusakan hutan bermunculan bak jamur di musim hujan. Ambisi untuk mengejar pertumbuhan ekonomi harus dibayar dengan penyusutan luas wilayah hutan secara signifikan. Hilangnya hutan berarti hilang atau berkurangnya populasi satwa di dalamnya. Bayangkan kalau hal ini terus berlangsung, barangkali anak cucu kita kelak hanya bisa mendengar dan membaca cerita-cerita tentang Orang Utan atau Harimau Sumatera dari buku-buku sekolah. Orang Utan dan Harimau-nya sendiri sudah lama punah. Ironis, memang.</p>
<p>Deskripsi di atas sekedar contoh gaya penafsiranku terhadap film AVATAR. Melalui film ini, kita, sebagai penduduk planet Bumi, diingatkan untuk memikirkan masalah kerusakan hutan secara lebih serius. Kesalahan yang kita perbuat hari ini akibatnya tidak hanya akan menimpa generasi kita sekarang, generasi yang akan datang bisa dipastikan turut merasakan dampak yang barangkali jauh lebih mengerikan dibanding yang kita rasakan saat ini. Masa depan planet kita sangat ditentukan oleh apa yang kita perbuat saat ini atas planet ini. Kita ingin dikenang oleh anak cucu kita kelak sebagai generasi yang menaruh hormat terhadap lingkungan, yang bersedia mengorbankan kepentingan-kepentingan sesaat demi keberlangsungan kehidupan di planet Bumi. Jika kita memang tidak ingin disebut sebagai makhluk yang serakah, kita tunjukkan kepada pohon-pohon di hutan, bebek di kandang, monyet di kebun, atau kepada rumput-rumput yang bergoyang bahwa kita memang bukan makhluk serakah. Kita bukan tidak tergantung, melainkan sangat tidak tak bergantung (Ribet amat!). Tuhan mengamanahkan Planet Bumi kepada kita bukan untuk dijarah atau dikuras isi perutnya, melainkan untuk dijaga dan diambil manfaatnya dengan cara-cara yang bijak. Tidak masalah kita mengambil sekedar untuk memenuhi kebutuhan utama, selama tidak membuat kerusakan yang berakibat matinya kemampuan regenerasi unsur-unsur hidup planet Bumi. So, mulailah untuk mencintai lingkungan tempat kita hidup. Mulai untuk responsif terhadap isu-isu yang berhubungan dengan lingkungan. Berpartisipasi dalam usaha menjaga lingkungan tidak harus dengan ikut berunjuk rasa, protes, gelar poster atau aksi-aksi sejenis lainnya. Mengurangi pemakaian air saat mandi atau mengurangi penggunaan kertas saat bekerja bisa dijadikan contoh kontribusi kecil yang bisa kita berikan untuk mengurangi dampak kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia. Sekecil apapun bentuknya, akan sangat berarti bagi pembentukan mental kita dan orang-orang di sekitar kita untuk secara kontinu mengembangkan kebiasaan-kebiasaan yang ramah dan santun terhadap lingkungan, tempat di mana kita menggantungan cita-cita dan harapan hidup sebagai manusia.</p>
<p>Jakarta, 20 Desember 2009</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khalidfrederick.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khalidfrederick.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khalidfrederick.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khalidfrederick.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khalidfrederick.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khalidfrederick.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khalidfrederick.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khalidfrederick.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khalidfrederick.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khalidfrederick.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khalidfrederick.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khalidfrederick.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khalidfrederick.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khalidfrederick.wordpress.com/96/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khalidfrederick.wordpress.com&amp;blog=4343855&amp;post=96&amp;subd=khalidfrederick&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khalidfrederick.wordpress.com/2009/12/29/pesan-avatar-bagi-penduduk-bumi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9de457aa9365f785ce02cfda9653779?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">khalidfrederick</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khalidfrederick.files.wordpress.com/2009/12/avatar-wallpaper.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">avatar-wallpaper</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Re-FRESH</title>
		<link>http://khalidfrederick.wordpress.com/2009/12/20/re-fresh/</link>
		<comments>http://khalidfrederick.wordpress.com/2009/12/20/re-fresh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 10:06:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khalidfrederick</dc:creator>
				<category><![CDATA[reflexivis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khalidfrederick.wordpress.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Hari di mana aku bisa berlama-lama di basecamp, tanpa terganggu hiruk-pikuk Jakarta. Satu hari yang cukup membuatku merasa nyaman. Masa penyegaran dan pemulihan energi. Ditemani buku-buku favorit dan beberapa compact disk yang memuat lagu-lagu berirama lembut. Bersandar ke bantal yang menempel tembok. Plong . . . . Setelah sebelumnya dijejali rutinitas harian yang menguras energi. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khalidfrederick.wordpress.com&amp;blog=4343855&amp;post=93&amp;subd=khalidfrederick&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari di mana aku bisa berlama-lama di <em>basecamp</em>, tanpa terganggu hiruk-pikuk Jakarta. Satu hari yang cukup membuatku merasa nyaman. Masa penyegaran dan pemulihan energi. Ditemani buku-buku favorit dan beberapa <em>compact disk</em> yang memuat lagu-lagu berirama lembut. Bersandar ke bantal yang menempel tembok. Plong . . . .</p>
<p>Setelah sebelumnya dijejali rutinitas harian yang menguras energi. Pagi berangkat ke kantor, duduk seharian di depan komputer, diselingi sholat dan makan siang, duduk lagi. <em>Mouse</em> dan <em>keyboard</em> menjadi sahabat pasif sepanjang hari. Pulang-pulang, matahari sudah menyentuh batas cakrawala, beranjak ke tempat peraduannya. Dikatakan pulang, sebetulnya tidak juga. Lebih tepat dikatakan bergeser ke titik kesibukan berikutnya. Kampus, menjadi pilihan selanjutnya. Yah, mau bagaimana, risiko anak muda yang “dewasa” sebelum waktunya. Hehe . . .</p>
<p>Bukan perkara mudah mengambil pilihan hidup di ibukota. Mulai saat membuka mata di pagi buta hingga kembali membenamkan diri di malam gelap gulita, pengap Jakarta rasanya terus mengikuti. Jalanan yang macet, para komuter yang berdesak-desakan di dalam bus, pengemis dan pengamen yang keluar masuk bus, hingga raungan <em>sirine</em> di perlintasan kereta api. Potongan-potongan kecil yang sedikit banyak menggambarkan warna kehidupan di ibukota. Butuh energi ekstra untuk melakukan adaptasi di saat-saat pertama. Konsekuensi dari pilihan hidup. Ya . . ., meski sesekali aku merasakan ini sebagai beban, aku pastikan perasaan semacam itu tidak akan lama. Aku selalu berusaha melakukan penyesuaian, mengembalikan rasa aman ke tempatnya semula. Anugerah mental yang membuatku merasa amat bersyukur. Persinggunganku dengan banyak realita kehidupan mengarahkan mentalitasku bergerak ke puncak kontinum kematangan. Aku sekarang lebih mampu menghargai apapun yang terjadi atau menimpaku. Aku terus belajar menghadirkan perasaan bahagia dalam setiap situasi. Karena perasaan semacam itu amat berarti bagiku. Ia memberikan sebentuk energi kehidupan berupa luapan semangat, pemantik api keberanian untuk terus bergerak maju, menghantam tiap tembok keterbatasan dan membawaku melintasi rute kehidupan dengan optimisme yang melampaui batasan-batasan kemanusiaan.</p>
<p>Jakarta, 20 Desember 2009, pukul 07.00</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khalidfrederick.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khalidfrederick.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khalidfrederick.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khalidfrederick.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khalidfrederick.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khalidfrederick.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khalidfrederick.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khalidfrederick.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khalidfrederick.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khalidfrederick.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khalidfrederick.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khalidfrederick.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khalidfrederick.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khalidfrederick.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khalidfrederick.wordpress.com&amp;blog=4343855&amp;post=93&amp;subd=khalidfrederick&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khalidfrederick.wordpress.com/2009/12/20/re-fresh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9de457aa9365f785ce02cfda9653779?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">khalidfrederick</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JALAN KEMBALI</title>
		<link>http://khalidfrederick.wordpress.com/2009/12/13/jalan-kembali/</link>
		<comments>http://khalidfrederick.wordpress.com/2009/12/13/jalan-kembali/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 08:49:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khalidfrederick</dc:creator>
				<category><![CDATA[reflexivis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khalidfrederick.wordpress.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Sobat, kau harus mempertimbangkan masalah ini secara matang. Tidak boleh gegabah, gunakan pikiran yang jernih dan hati yang bersih. Pikirkan baik-baik alasan di balik keputusan yang akan kau ambil. Keputusan ini akan berdampak luas pada visi dan jalan hidup yang tengah engkau jalani. Dan perlu kau camkan baik-baik, keputusan ini tidak hanya akan berdampak pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khalidfrederick.wordpress.com&amp;blog=4343855&amp;post=90&amp;subd=khalidfrederick&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://khalidfrederick.files.wordpress.com/2009/12/alone-13004.jpg"><img class="size-medium wp-image-110 alignright" title="alone-13004" src="http://khalidfrederick.files.wordpress.com/2009/12/alone-13004.jpg?w=210&#038;h=300" alt="" width="210" height="300" /></a>Sobat, kau harus mempertimbangkan masalah ini secara matang. Tidak boleh gegabah, gunakan pikiran yang jernih dan hati yang bersih. Pikirkan baik-baik alasan di balik keputusan yang akan kau ambil. Keputusan ini akan berdampak luas pada visi dan jalan hidup yang tengah engkau jalani. Dan perlu kau camkan baik-baik, keputusan ini tidak hanya akan berdampak pada kehidupanmu di dunia, tetapi akan sangat menentukan bagaimana jadinya engkau kelak di akhirat.</p>
<p>Aku bisa memahami kegalauan hatimu. Bagaimana akal dan pikiranmu terguncang oleh sebab-sebab yang kau sendiri tak pernah memperkirakannya. Simpul-simpul yang terpilin eran mengikat benakmu bertahun-tahun seakan kendur. Perasaanmu gundah diterjang hujan batu yang tepat mengenai ulu hatimu.</p>
<p>Sekali lagi, aku ingin kau mempertimbangkan semuanya matang-matang. Konsekuensi selalu menyertai pilihan yang kau buat. Ketika engkau mengangkat satu ujung tongkat, engkau mengangkat ujung lainnya. Jangan biarkan kekecewaan yang bersifat personal merusak hubungan yang telah kau bangun selama bertahun-tahun.</p>
<p>Aku tahu kau berbeda. Kau begitu tertutup. Kau tak pernah dan tak mau membagi masalah bahkan kepada orang yang sangat dekat dalam hidupmu. Aku tak mampu menilai, apakah ini kekuatan atau kelemahan. Kau sangat selektif memilih orang yang berhak menjadi pendengar setiamu, itupun aku yakin tak semua hal kau bagi kepadanya. Dan untuk ini, aku merasa terhormat menjadi tempat sandaranmu, meski tak senyaman ketika engkau merebahkan diri di atas kasur berlapis sutra. Aku mencoba untuk mengerti, meletakkan pikiranmu di dalam pikiranku. Segalanya sudah coba aku formulasikan. Dan inilah nasehatku, jangan gegabah, jangan terburu-buru. Perkara ini merupakan perkara yang teramat besar diputuskan malam ini. Ambillah air wudhu, sholat. Keluhkan pada-Nya apa yang ingin kau keluhkan. Konsultasikan pada-Nya apa yang ingin kau konsultasikan. Mohon petunjuk-Nya. Biarkan pipimu basah oleh air mata agar Dia tahu engkau tulus. Sampaikan keinginan dan harapanmu kepada-Nya. Mudah-mudahan Dia mendengarkan dan mengabulkan.</p>
<p>Tetap tegar, sobat. Hidup memang tak mudah untuk dijalani. Ia bukan makanan yang tersaji <em>instant</em> di hadapan. Ada ikhtiar dan proses pencapaian tak kenal henti. Jangan lemah oleh tembok setinggi tebing apalagi hanya oleh batu sebesar kerikil. Bertahanlah agar semua menyaksikan bahwa engkau tak percuma lahir ke dunia. Engkaulah kesatria yang diharapkan ada sebagai cahaya penebar benih kebahagiaan di setiap masa.</p>
<p>Jakarta, 13 Desember 2009, pukul 21.30 WIB</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khalidfrederick.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khalidfrederick.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khalidfrederick.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khalidfrederick.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khalidfrederick.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khalidfrederick.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khalidfrederick.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khalidfrederick.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khalidfrederick.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khalidfrederick.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khalidfrederick.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khalidfrederick.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khalidfrederick.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khalidfrederick.wordpress.com/90/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khalidfrederick.wordpress.com&amp;blog=4343855&amp;post=90&amp;subd=khalidfrederick&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khalidfrederick.wordpress.com/2009/12/13/jalan-kembali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9de457aa9365f785ce02cfda9653779?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">khalidfrederick</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khalidfrederick.files.wordpress.com/2009/12/alone-13004.jpg?w=210" medium="image">
			<media:title type="html">alone-13004</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENCARI ESENSI</title>
		<link>http://khalidfrederick.wordpress.com/2009/12/13/mencari-esensi/</link>
		<comments>http://khalidfrederick.wordpress.com/2009/12/13/mencari-esensi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 08:18:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khalidfrederick</dc:creator>
				<category><![CDATA[reflexivis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khalidfrederick.wordpress.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[Stagnasi yang panjang, jika tidak mau dianggap parah. Aku merasa batinku kosong. Banyak hal yang hilang dari hidupku. Sempat terpikir untuk pulang, kembali ke masa silam. Ke masa di mana semangat dan harapan memenuhi jiwa dan pikiranku. Tapi, tidak. Aku adalah aku yang sekarang. Aku tak boleh kalah, menggelindingkan diri ke lembah sementara yang lain [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khalidfrederick.wordpress.com&amp;blog=4343855&amp;post=87&amp;subd=khalidfrederick&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://khalidfrederick.files.wordpress.com/2009/12/contemplation_qrtlysp09.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-112" title="contemplation_qrtlySP09" src="http://khalidfrederick.files.wordpress.com/2009/12/contemplation_qrtlysp09.jpg?w=300&#038;h=210" alt="" width="300" height="210" /></a>Stagnasi yang panjang, jika tidak mau dianggap parah. Aku merasa batinku kosong. Banyak hal yang hilang dari hidupku. Sempat terpikir untuk pulang, kembali ke masa silam. Ke masa di mana semangat dan harapan memenuhi jiwa dan pikiranku. Tapi, tidak. Aku adalah aku yang sekarang. Aku tak boleh kalah, menggelindingkan diri ke lembah sementara yang lain mendaki bukit. Aku tak boleh dilemahkan oleh longsoran tantangan yang menggunung. Aku punya harapan dan cita-citaku sendiri. Meski memang, aku seringkali mengambil jeda untuk berhenti, sekedar berpikir, apa bukit yang aku daki adalah bukit yang benar, apa mungkin bagiku mengejar waktu untuk turun dan berusaha mencari bukit yang lain.</p>
<p>Hidup terasa sempit bagiku tatkala dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan seperti itu. Aku lelah dengan semua ini. Tapi aku tak mungkin berhenti. Aku harus berlari dan terus berlari – sesekali beristirahat – mengejar arti makna kehidupan. Nuraniku selalu gelisah jika melihat sosok di mana dia menautkan jangkarnya, menghabiskan sisa-sisa masa hidupnya tanpa mengerti secara mendalam arti tiap usaha yang dilakoninya.</p>
<p>Kehidupan yang kosong tanpa esensi. Rasanya aku ingin mengucapkan selamat tinggal pada semua orang. Pergi mengasingkan diri ke tempat tak terjamah. Ber<em>kholwat</em> dengan Yang Maha Pemberi Ketenangan. Aku ingin mengeluhkan semuanya hanya kepada-Nya. Meminta petunjuk-Nya. Memohon ampunan-Nya. Semua yang ingin aku bagi bersama-Nya.</p>
<p>Sementara aku melepas beban di pundakku, aku ingin melukis mimpi yang memberi ketenteraman dalam hidupku. Ilusi yang mendamaikan jiwaku. Aku tak terlalu berharap ia nyata dalam kehidupanku. Tapi aku akan membuatnya seolah-olah nyata dalam pikiranku. Tak lain, semuanya adalah demi ketenangan dan ketenteraman jiwa. Sesekali, aku amat membutuhkannya.</p>
<p>Tak lebih dari ini yang ingin aku bagi saat ini. Kegalauan hati kuharap tak lagi mendominasi. Aku mengerti, ada saatnya bagi setiap orang merasakan hal serupa. Hanya cara mengatasinya masing-masing orang kurasa agak berbeda. Itulah warna-warni kehidupan manusia. Tiap bentuk memiliki rasa dan aroma yang unik dan spesifik. Cara berbeda untuk menggali makna, memupuk semangat, dan membawanya serta ke dalam setiap bagian panjang episode perjalanan hidupnya.</p>
<p>Jakarta, 13 Desember, pukul 04.45 WIB</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khalidfrederick.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khalidfrederick.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khalidfrederick.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khalidfrederick.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khalidfrederick.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khalidfrederick.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khalidfrederick.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khalidfrederick.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khalidfrederick.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khalidfrederick.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khalidfrederick.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khalidfrederick.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khalidfrederick.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khalidfrederick.wordpress.com/87/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khalidfrederick.wordpress.com&amp;blog=4343855&amp;post=87&amp;subd=khalidfrederick&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khalidfrederick.wordpress.com/2009/12/13/mencari-esensi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9de457aa9365f785ce02cfda9653779?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">khalidfrederick</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khalidfrederick.files.wordpress.com/2009/12/contemplation_qrtlysp09.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">contemplation_qrtlySP09</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Krisis Global dan Bailout Bank Century</title>
		<link>http://khalidfrederick.wordpress.com/2009/12/10/krisis-global-dan-bailout-bank-century/</link>
		<comments>http://khalidfrederick.wordpress.com/2009/12/10/krisis-global-dan-bailout-bank-century/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 06:46:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khalidfrederick</dc:creator>
				<category><![CDATA[oikosnomos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khalidfrederick.wordpress.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[oleh : Arif Setiadi* Menarik mencermati isu bailout Bank Century yang dilakukan oleh Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) saat ini. Banyak pengamat ekonomi yang menilai bahwa bailout yang dilakukan terhadap Bank Century tidak sah, terlebih pada penetapan Bank Century sebagai Bank gagal berdampak sistemik. Mereka berpendapat bahwa vonis gagal berdampak sistemik tidak sesuai kriteria Menurut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khalidfrederick.wordpress.com&amp;blog=4343855&amp;post=83&amp;subd=khalidfrederick&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">oleh : Arif Setiadi*</p>
<p>Menarik mencermati isu bailout Bank Century yang dilakukan oleh Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) saat ini. Banyak pengamat ekonomi yang menilai bahwa bailout yang dilakukan terhadap Bank Century tidak sah, terlebih pada penetapan Bank Century sebagai Bank gagal berdampak sistemik. Mereka berpendapat bahwa vonis gagal berdampak sistemik tidak sesuai kriteria Menurut mereka tidak akan menjadi persoalan jika bank tersebut dibiarkan collapse karena size (ukuran) bank tergolong kecil dengan market share yang juga kecil. Di lain pihak, Bank Indonesia (BI) dan pemerintah yang diwakili oleh ketua KSSK mengatakan bahwa informasi yang dipakai KSSK sudah cukup lengkap dan telah memadai sebagai dasar penetapan Bank Century sebagai Bank Gagal Berdampak Sistemik.</p>
<p>Kasus serupa Bank Century sebenarnya bukan merupakan cerita lama. Mekanisme pemberian dana talangan (bailout) sudah pernah dilakukan oleh BI ketika menghadapi krisis perbankan tahun 1997/1998 silam. Bailout dalam bentuk Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dikucurkan ke sejumlah bank untuk memenuhi kebutuhan likuiditas dan penyehatan perbankan agar kestabilan sistem perbankan tetap terjaga. Proses penyelamatan dalam skema bailout dipilih sebagai alternatif oleh BI untuk mempertahankan kepercayaan nasabah terhadap sistem perbankan demi menghindari terjadinya rush atau bank run. Jadi, jangan heran jika KSSK sekali lagi melakukan hal serupa.</p>
<p>Kita tidak dapat mengingkari fakta bahwa situasi global saat diambilnya keputusan bailout terhadap Bank Century sangat tidak menentu. Periode Oktober-Desember 2008 adalah masa-masa paling kritis bagi Indonesia karena dampak krisis global sudah demikian dekat di depan mata. Meski pemerintah menyatakan fundamental ekonomi kita cukup tangguh untuk menahan goncangan krisis, beberapa indikator di sektor keuangan menunjukan tanda-tanda mengkhawatirkan. Ini terlihat dari peningkatan signifikan angka Indeks Stabilitas Keuangan atau Financial Stability Index (FSI) yang melampaui batas indikatif maksimum sebesar 2 menjadi 2,43 pada November 2008. Ekses likuiditas mencapai titik terendah, akibat pencairan secondary reserves oleh perbankan untuk mendanai kredit, ini jelas terlihat pada penurunan simpanan perbankan dalam bentuk SBI (Sertifikat Bank Indonesia). Secondary reserves terpaksa dijadikan pendanaan alternatif bagi kredit perbankan oleh sebab bank kesulitan menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebagai imbas krisis finansial global. Rasio alat likuid terhadap Non Core Deposits (NCD) mengalami tekanan serupa hingga mencapai angka terendah 84,9 % (di bawah 100 %) yang berarti ketahanan likuiditas perbankan diragukan. Selain itu, pertumbuhan DPK yang lebih rendah dari pertumbuhan kredit mendorong peningkatan Loan to Deposits Ratio (LDR) hingga 77, 2 % pada Desember 2008. Untuk mengetahui dampak merambat (contagion effect) kegagalan suatu bank terhadap bank lainnya, telah dilakukan interbank stress test oleh BI terhadap sejumlah bank. Hasilnya menunjukan bahwa jika 11 bank pemicu gagal (single failure) terdapat 14 bank yang berpotensi permodalannya tertekan, sementara dampak lanjutannya (second round effects) berpotensi membuat 24 bank lainnya (multiple failure) juga menghadapi tekanan permodalan.</p>
<p>Potensi krisis juga terlihat pada penurunan yang sangat signifikan volume perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia hingga lebih dari 50 %. Kondisi ini menandakan kepanikan para investor portofolio asing yang menarik dananya dalam skala besar untuk mencukupi kebutuhan likuiditas di negaranya. Pasar Surat Utang Negara (SUN) tidak luput dari terjangan krisis. Harga SUN mengalami koreksi yang diikuti kenaikan yield SUN rata-rata 10 %. Padahal kenaikan 1 % saja dari yield SUN akan membebani APBN sebesar 1, 4 triliun. Rupiah mengalami depresiasi hingga 30 %, melewati batas psikologisnya  di angka Rp 12.000. Penarikan dana oleh asing yang diikuti penurunan nilai tukar rupiah terhadap dollar menguras cadangan devisa Indonesia hingga US 7.81 milyar.</p>
<p>Situasi dan kondisi di atas tentunya membuat pemerintah dan BI ekstra hati-hati dalam membuat keputusan. Ibarat nakhoda kapal yang berjuang menjaga keseimbangan kapal agar tidak oleng di tengah terpaan badai, pemerintah dan BI harus tetap dalam kondisi terjaga dan secara kontinu melakukan evaluasi terhadap data, fakta, dan informasi sebelum memutuskan apakah kapal akan berbelok ke kiri, ke kanan, atau tetap lurus ke depan. Hal tersebut bukan perkara yang mudah. Tiap kebijakan yang diambil akan direspon oleh pasar. Ketepatan keputusan pemerintah dan BI akan diukur dari seberapa tangguh kebijakan mereka dapat meredam kepanikan yang bersumber dari gejolak-gejolak eksternal. Aspek psikologi pasar inilah yang menjadi salah satu pertimbangan utama untuk melakukan bailout terhadap Bank Century. Di tengah situasi paling kritis, adalah hal yang sangat wajar jika pemerintah dan BI merasa harus berbuat sesuatu terhadap Bank Century. Krisis finansial global telah menjalar ke hampir semua sektor keuangan. Hampir tidak ada satu negara pun yang tidak terimbas dampak gelombang krisis. Masing-masing negara berlomba-lomba mengumumkan penjaminan penuh (full guarantee) terhadap simpanan nasabah di bank-bank. Lehman Brothers, AIG, dan raksasa-raksasa finansial dunia lainnya berjatuhan. Musim gugur bank-bank terjadi di hampir semua negara maju. Likuiditas global mengering. Kejatuhan pasar saham tak terbendung. Dana talangan yang jumlahnya miliaran dollar pada akhirnya digelontorkan oleh banyak pemerintahan negara-negara untuk meng-counter dampak yang ditimbulkan oleh krisis.</p>
<p>Di tengah situasi global yang serba tidak pasti, pemerintah dan BI dikejutkan oleh laporan yang menyatakan bahwa salah satu bank swasta (Bank Century) memiliki rasio kecukupan modal (CAR) minus. Kemudian disusul informasi yang beredar bahwa bank tersebut mengalami gagal kliring.  KSSK yang terdiri dari unsur pemerintah (Depkeu), BI dan LPS langsung merespon dengan menggelar rapat tertutup pada hari Jumat, 21 November 2008. Rapat yang membahas persoalan bank tersebut dilaksanakan selama hampir 5 jam pada tengah malam dari pukul 00.11 hingga pukul 05.00 pagi. Dalam rapat inilah penetapan Bank Century sebagai Bank Gagal Berdampak Sistemik diputuskan. Keputusan ini disampaikan langsung oleh Menteri Keuangan selaku ketua KSSK. Di dalam notulen rapat penyelamatan Century yang bocor ke publik diterangkan penilaian dari masing-masing anggota rapat. Hampir sebagian besar anggota rapat mengkhawatirkan dampak psikologis pasar terhadap kegagalan Bank Century. Situasi yang dihadapi pada kenyataannya sangat khusus. Disebutkan juga dalam notulen tersebut bahwa dalam keadaan normal, Bank Century tidak sistemik.</p>
<p>Reputasi dan kredibilitas pemilik Bank Century yang yang buruk menyulitkan KSSK menjelaskan ke publik latar belakang dilakukannya bailout. KSSK mencoba memaparkan bahwa bailout dilakukan semata-mata untuk menyelamatkan sistem keuangan (perbankan) dari risiko terjadinya rush, bukan untuk mengganti kerugian yang disebabkan oleh tindakan kriminal pemilik bank. Oleh sebab itu, perlu dibedakan antara penanganan kasus kecurangan dan upaya penyelamatan sistem.</p>
<p>Upaya menyelamatkan sistem keuangan tidak melihat latar belakang manajemen suatu bank, apakah ia baik atau buruk. Jika suatu bank collapse di tengah situasi genting (krisis) di mana irasionalitas proses pengambilan keputusan mendominasi pasar, potensi market panic menjadi jauh lebih besar. Kepercayaan nasabah dapat menguap dan ini akan diikuti pemindahan dana secara besar-besaran (flight to quality). Bank menjadi kehilangan sumber pendanaan, bahkan dapat menyebabkan kebangkrutan massal. Proses intermediasi perbankan menjadi tidak berjalan. Kinerja sektor riil terganggu yang kemudian diikuti perlambatan pertumbuhan ekonomi yang bisa berujung pada resesi ekonomi.</p>
<p>Di sinilah letak persoalannya. Sebagai masyarakat awam kita mungkin tidak paham dan tidak mengerti. Tetapi peristiwa ini merupakan fakta sejarah yang pernah dan mungkin dapat terjadi kembali. Pengalaman dari banyak negara menunjukan hal serupa. Psikologi dan kecenderungan pasar sangat tidak mudah ditebak. Dalam situasi tertentu, mereka dapat menjadi sangat reaktif dan irasional. Di sisi lain, mereka dapat menjadi sangat bersahabat. Di sinilah peran para pengambil kebijakan menjadi penting. Keberhasilan mereka akan terlihat dari sejauh mana mereka mampu menjaga dan memelihara sistem dari guncangan-guncangan yang dapat mengganggu dan mengancam stabilitasnya.</p>
<p>*penulis adalah staf (pegawai) pada Departemen Keuangan RI</p>
<p>sumber: http:<a href="http://suarapembaca.detik.com/read/2009/12/01/092139/1251627/471/krisis-global-dan-bailout-bank-century" target="_blank">//suarapembaca.detik.com/read/2009/12/01/092139/1251627/471/krisis-global-dan-bailout-bank-century</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khalidfrederick.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khalidfrederick.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khalidfrederick.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khalidfrederick.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khalidfrederick.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khalidfrederick.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khalidfrederick.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khalidfrederick.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khalidfrederick.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khalidfrederick.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khalidfrederick.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khalidfrederick.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khalidfrederick.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khalidfrederick.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khalidfrederick.wordpress.com&amp;blog=4343855&amp;post=83&amp;subd=khalidfrederick&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khalidfrederick.wordpress.com/2009/12/10/krisis-global-dan-bailout-bank-century/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9de457aa9365f785ce02cfda9653779?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">khalidfrederick</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DIMENSI EMPAT</title>
		<link>http://khalidfrederick.wordpress.com/2009/08/19/dimensi-empat/</link>
		<comments>http://khalidfrederick.wordpress.com/2009/08/19/dimensi-empat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 09:16:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khalidfrederick</dc:creator>
				<category><![CDATA[psycoretoric]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khalidfrederick.wordpress.com/2009/08/19/dimensi-empat/</guid>
		<description><![CDATA[“Apa kau percaya Tuhan ?” “Saya percaya ada ‘sesuatu’ yang benar-benar berada di luar dimensi ruang dan waktu.” “Bagaimana kau bisa yakin ?” “Bukankah besaran fisis di dalam alam tempat kita berada sekarang tak ada yang mencapai infinite ? Semua besaran fisis dalam alam ini tak pernah, tak sedang, dan tak akan mencapai ukuran infinite. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khalidfrederick.wordpress.com&amp;blog=4343855&amp;post=78&amp;subd=khalidfrederick&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Apa kau percaya Tuhan ?”</p>
<p>“Saya percaya ada ‘sesuatu’ yang benar-benar berada di luar dimensi ruang dan waktu.”</p>
<p>“Bagaimana kau bisa yakin ?”</p>
<p>“Bukankah besaran fisis di dalam alam tempat kita berada sekarang tak ada yang mencapai infinite ? Semua besaran fisis dalam alam ini tak pernah, tak sedang, dan tak akan mencapai ukuran infinite. Tak pernah dan tak akan pernah ada tali yang panjangnya ∞ meter, bukan ?”</p>
<p>“Mengutip ucapan Einstein,”Universe is finite but unbounded.”</p>
<p>“Yup, seringkali orang merasa bahwa ukuran alam ini tak berhingga. Sebab, mereka tak dapat membayangkan apa yang ada di luar ruang dari alam ini, atau tak dapat mengkhayalkan sesuatu yang bukan ruang. Padahal, ukuran ruang alam ini tak mungkin mencapai infinite. Kita, manusia, sama sekali tak dapat membayangkan dimensi yang lebih tinggi dari dimensi kita. Kita hanya dapat mengetahui dimensi kita sendiri, dan dimensi-dimensi di bawahnya. Kita berpikir, manakah gerangan batas dari ruang tempat kita bergerak ini ? Karena kita bukan makhluk berdimensi ‘plus’, tentu saja kita tak mungkin dapat mengetahui batas tersebut. Namun, kita mengatakan bahwa ruang ini tidak infinite. Bila diandaikan ruang alam ini bundar bentuknya seperti bola sempurna, maka kalau kita mampu untuk terus bergerak ke angkasa, lintasan yang kita tempuh akhirnya, tanpa kita sadari, akan sampai pada posisi titik asal kita berangkat. Ruang alam raya ini tidak mungkin infinite. Mungkin saja ukurannya mengalami perubahan, tetapi selamanya harus finite.”</p>
<p>“Kau tidak bermaksud mengatakan bahwa eksistensi alam terjadi dalam selang waktu yang juga finite, bukan ?” </p>
<p>“Tepat. Di luar selang itu, segala komponen alam tidak ada, baik itu ruang, waktu, gerak, maupun materi/energi. Berangkat dari kebenaran ini kemudian dibuktikan bahwa Pencipta alam benar-benar eksklusif dari alam dan seluruh unsur yang ada di dalamnya.”</p>
<p>“Dalam bahasa seorang saintis, penyebab alam semesta adalah suatu ‘Being’ yang sepenuhnya terpisah dari alam.”</p>
<p>“Yah, mereka pikir begitu. Bagaimanapun, mengenal Pencipta adalah pijakan yang kita perlukan untuk menemukan segala pengetahuan yang benar. Mengenal-Nya berarti meyakini eksklusivitas dan sifat-sifat-Nya. Keyakinan itu harus berdiri tegak di atas kepastian. Keyakinan itu tak boleh mengandung sedikitpun celah keraguan dan kebimbangan. Keyakinan itu harus seteguh batu karang yang tak bergeming oleh pukulan ombak, sekeras apapun dan dari arah manapun.” </p>
<p>(khalid.frederick@gmail.com)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khalidfrederick.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khalidfrederick.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khalidfrederick.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khalidfrederick.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khalidfrederick.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khalidfrederick.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khalidfrederick.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khalidfrederick.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khalidfrederick.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khalidfrederick.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khalidfrederick.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khalidfrederick.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khalidfrederick.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khalidfrederick.wordpress.com/78/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khalidfrederick.wordpress.com&amp;blog=4343855&amp;post=78&amp;subd=khalidfrederick&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khalidfrederick.wordpress.com/2009/08/19/dimensi-empat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9de457aa9365f785ce02cfda9653779?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">khalidfrederick</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>INVASI KAPITAL 2 (epiprolog)</title>
		<link>http://khalidfrederick.wordpress.com/2009/08/19/invasi-kapital-2-epiprolog/</link>
		<comments>http://khalidfrederick.wordpress.com/2009/08/19/invasi-kapital-2-epiprolog/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 08:01:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khalidfrederick</dc:creator>
				<category><![CDATA[oikosnomos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khalidfrederick.wordpress.com/?p=76</guid>
		<description><![CDATA[“Sudah lama aku memikirkannya.” “Memikirkan apa ?” “Sedikit kejutan bagi penduduk planet ini.” Kalian pasti akan dibuat takjub karenanya.” “Apa yang kamu bicarakan ?” “Aku tidak ingin tergesa-gesa melakukannya. Penolakan yang massif karena ketidakmengertian. Aku tidak ingin rencanaku gagal hanya karena alasan klise.” “Ambisimu dapat membunuhmu, Sobat.” “Membunuhku ? Siapa yang sudi membunuh orang yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khalidfrederick.wordpress.com&amp;blog=4343855&amp;post=76&amp;subd=khalidfrederick&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Sudah lama aku memikirkannya.”</p>
<p>“Memikirkan apa ?”</p>
<p>“Sedikit kejutan bagi penduduk planet ini.” Kalian pasti akan dibuat takjub karenanya.”</p>
<p>“Apa yang kamu bicarakan ?”</p>
<p>“Aku tidak ingin tergesa-gesa melakukannya. Penolakan yang massif karena ketidakmengertian. Aku tidak ingin rencanaku gagal hanya karena alasan klise.”</p>
<p>“Ambisimu dapat membunuhmu, Sobat.”</p>
<p>“Membunuhku ? Siapa yang sudi membunuh orang yang akan menciptakan ‘puncak kepuasan’ di planet ini, pertumbuhan kemakmuran ‘tak terperi’.”</p>
<p>“Pertumbuhan kemakmuran . . . .? Apa maksudmu ?</p>
<p>“Bukankah itu yang diinginkan mereka ? Segala sesuatu yang bertumbuh.” Aku tahu, mata mereka tak bisa berbohong. Mereka menginginkan lebih banyak ‘tembok beton’ di permukaan planet mereka. Dan bangsa kita akan dengan senang hati membantu memuaskan hasrat mereka.”</p>
<p> “Bangsa kita ? Kamu bilang bangsa kita ? Ayolah, bangun dari tidurmu. Kamu bermimpi. Kita ini adalah bangsa yang terlahir sebagai budak. Kita tak lebih dari pelayan mereka. Bagaimana mungkin kita dapat . . . .”</p>
<p>“Ssssttt . . . , tak perlu kau lanjutkan kalimatmu. Aku tahu apa yang aku lakukan, aku mengerti tiap detil dan aku menyadari konsekuensinya. Dan kau, aku ingin kamu menjadi asistenku.”</p>
<p>(khalid.frederick@gmail.com)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khalidfrederick.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khalidfrederick.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khalidfrederick.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khalidfrederick.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khalidfrederick.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khalidfrederick.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khalidfrederick.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khalidfrederick.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khalidfrederick.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khalidfrederick.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khalidfrederick.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khalidfrederick.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khalidfrederick.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khalidfrederick.wordpress.com/76/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khalidfrederick.wordpress.com&amp;blog=4343855&amp;post=76&amp;subd=khalidfrederick&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khalidfrederick.wordpress.com/2009/08/19/invasi-kapital-2-epiprolog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9de457aa9365f785ce02cfda9653779?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">khalidfrederick</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ekonofisika yang Mengejutkan</title>
		<link>http://khalidfrederick.wordpress.com/2009/03/22/ekonofisika-yang-mengejutkan/</link>
		<comments>http://khalidfrederick.wordpress.com/2009/03/22/ekonofisika-yang-mengejutkan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2009 03:22:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khalidfrederick</dc:creator>
				<category><![CDATA[oikosnomos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khalidfrederick.wordpress.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Random walk, proses-proses stochastic Levy dan teori-teori limit, stationary dan korelasi waktu, scaling dan breakdown, proses ARCH dan proses GARCH, model-model stochastic dinamika harga. Membenamkan pikiran ke dalam Introduction to Econophysics: Correlation and Complexity in Finance-nya Mantegna dan Stanley. Mencoba mencerna, mencermati dengan hati-hati per unit psikologis. Adakah yang menarik dari istilah-istilah itu ? Semua, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khalidfrederick.wordpress.com&amp;blog=4343855&amp;post=72&amp;subd=khalidfrederick&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Random walk, proses-proses stochastic Levy dan teori-teori limit, stationary dan korelasi waktu, scaling dan breakdown, proses ARCH dan proses GARCH, model-model stochastic dinamika harga. Membenamkan pikiran ke dalam <em>Introduction to Econophysics: Correlation and Complexity in Finance</em>-nya Mantegna dan Stanley. Mencoba mencerna, mencermati dengan hati-hati per unit psikologis. Adakah yang menarik dari istilah-istilah itu ? Semua, tidak salah lagi. Upaya yang kesekian kali dari para ilmuwan dan pemikir dunia untuk mengawinkan ilmu alam dan ilmu sosial. Ekonofisika, Ekonomi dan Fisika. Studi tentang Ekonomi yang diperkaya. Begitulah kira-kira yang dikatakan oleh Om Yohanes Surya.</p>
<p class="MsoNormal">Rumit ? Pasti. Bahkan terbilang jauh lebih rumit dari belajar ilmu Fisika itu sendiri. Mengutip Nobelis Fisika Murray Gellman dalam bukunya <em>The Quark and The Jaguar</em>,” <span style="text-decoration:underline;">Fisika yang berbicara tentang partikel mati (tak memiliki kehendak) saja sudah sulit, maka dapat dibayangkan kerumitan yang terkandung dalam ekonomi tatkala harus berbicara soal manusia dan agen-agen ekonomi yang memiliki kehendak, harapan, dan sistem kognitif.</span>”</p>
<p class="MsoNormal">Bahasan tentang pemanfaatan statistik secara menyeluruh pada proses stochastic perubahan-perubahan harga suatu aset finansial mengusik rasa penasaranku. Pikiranku bekerja menggedor pintu gudang memori. Pemanfaatan statistik secara menyeluruh ? Bukankah hal ini berarti meniadakan peran pengambil keputusan berinvestasi. Yup ! Dengan kata lain merasionalkan fluktuasi harga aset finansial dengan cara memisahkannya dari faktor utama penentu pergerakan harga <span> </span>itu sendiri. Siapa dia ? Tentu, tidak lain dan tidak bukan adalah partisipan pasar itu sendiri. Tidak ada Refleksivitas dalam Ekonofisika. Begitulah !</p>
<p class="MsoNormal">Analisa terhadap beberapa aspek yang berbeda dari proses-proses stochastic-pun diperkenalkan. Bentuk distribusi dari perubahan-perubahan harga, memori temporal, serta properti-properti statistik higher-order. Dan salah satu analisa terpenting menurut mereka dalam area ini adalah satu kesepakatan yang mereka anggap hampir sempurna mengenai ‘the finiteness of the second moment’ dari perubahan-perubahan harga.</p>
<p class="MsoNormal">Menurut sejumlah fisikawan (pakar di bidang fisika), karakterisasi penuh suatu proses stochastic memerlukan pengetahuan akan densitas-densitas probabilitas kondisional seluruh order. Pendekatan empirik biasa yang digunakan oleh mereka dilakukan dalam 2 (dua) langkah. Pertama, berkaitan dengan pengamatan korelasi waktu dan power spectrum, sementara yang kedua berkaitan dengan studi pdf asymptotic.</p>
<p class="MsoNormal">Model stochastic yang paling umum dari dinamika harga mengasumsikan bahwa In Y(t) merupakan suatu proses diffusif, dan perubahan In Y(t) diasumsikan terdistribusi secara Gaussian. Model ini, dikenal sebagai geometric Brownian motion, yang menampilkan pendekatan pertama perilaku data-data empirik. Tetapi, pengamatan menunjukan adanya deviasi-deviasi penyimpangan, distribusi-distribusi empirik lebih leptokurtic dibanding distribusi-distribusi Gaussian. Distribusi leptokurtic yang tinggi ditandai dengan maksimum yang lebih tinggi dan lebih sempit, serta ekor yang lebih tebal dibandingkan dengan kasus Gaussian. Derajat leptokurtosis jauh lebih besar untuk data-data berfrekuensi tinggi.</p>
<p class="MsoNormal">Berdasarkan atas asumsi-asumsi teoritis dan analisa-analisa empirik, beberapa model geometric Brownian motion telah diajukan. Model-model alternatif tersebut berbeda satu sama lain tidak hanya dalam bentuk dan leptokursis pdf, namun juga dalam sifat-sifat utama mereka seperti keterhinggaan atau ketidakhinggaan momen kedua dan momen-momen yang lebih tinggi dari distribusi, panjang atau pendeknya skala waktu pemunculan sifat stationarity, kontinu atau tidak kontinunya karakter Y(t) – atau In Y(t), dan perilaku penskalaan (scaling) proses stochastic.</p>
<p class="MsoNormal">Sampai di sini, Ekonofisika sepertinya menawarkan pandangan-pandangan baru dalam melakukan penilaian terhadap sejumlah peristiwa ekonomi dan keuangan. Ekonofisika bagaimanapun memang menuntut adanya perubahan diskursus ekonomi, baik epistemologis maupun metodologis.</p>
<p class="MsoNormal">Namun, berat rasanya untuk menerima kesimpulan-kesimpulan analitisnya. Bagiku, ekonomi tetap merupakan ilmu yang tidak bersandar pada sistem yang linier. Lebih daripada itu, ekonomi merupakan sistem yang dinamis, kompleks, dan evolutif. Dan konsekuensinya aspek psikologis para partisipan pasar (pelaku ekonomi di pasar) tak dapat dipisahkan dari kajian-kajian ekonomi. Karena ia menjadi bagian integral dari sistem, menjauhkannya sama dengan halnya dengan menghilangkan fondasi bangunan ilmu ekonomi itu sendiri. Dan kita sadari bersama, tanpa fondasi, tak ada bangunan yang dapat tegak berdiri dengan kokoh di atasnya.</p>
<p class="MsoNormal">(khalid.frederick@gmail.com)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khalidfrederick.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khalidfrederick.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khalidfrederick.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khalidfrederick.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khalidfrederick.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khalidfrederick.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khalidfrederick.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khalidfrederick.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khalidfrederick.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khalidfrederick.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khalidfrederick.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khalidfrederick.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khalidfrederick.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khalidfrederick.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khalidfrederick.wordpress.com&amp;blog=4343855&amp;post=72&amp;subd=khalidfrederick&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khalidfrederick.wordpress.com/2009/03/22/ekonofisika-yang-mengejutkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9de457aa9365f785ce02cfda9653779?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">khalidfrederick</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
